Wajib Tahu! Kenapa Pre-Employment Screening Penting

eye21 27 January 2021 0 Comments

Sejatinya karyawan adal asset perusahaan yang paling penting agar usaha dapat berjalan dengan lancar. Namun disuatu sisi, mayoritas manajemen perusahaan tidak mengenali karyawan secara detail, rata-rata hanya mengetahui sebatas informasi umum saja seperti tanggal lahir, keluarga, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sebagainya seperti yang tercantum pada curiculum vitae pada saat melamar kerja.

Kendala sebenarnya adalah perusahaan tidak mengetahui integritas, kinerja, kecerdasan emosional dan risiko bisnis dari karyawan mereka. Akibatnya jika perusahaaan mengabaikan proses Know Your Employee (KYE) karena terlalu fokus dengan business set up and profit, maka bisa saja perusahaan merekrut karyawan yang tidak tepat. Cepat atau lambat, mereka akan berkontribusi (besar atau kecil) terhadap keberlangsungan perusahaan karena ada risiko yang tidak diminimalisir dari awal proses perekrutan.

Itulah sebabnya, sering kita baca berita seorang senior manager di suatu perusahaan melakukan tindak kecurangan atau penggelapan asset perusahaan, seorang karyawan yang melakukan intimidasiterhadap rekan kerjanya, seorang karyawan dilaporkan atas pelanggaran UU ITE karena memposting berita berbau SARA dan sebagainya.

Maka dari itu Pre-Employment Screening menjadi sangat penting peranannya. Pre-Employment Screening adalah proses yang memungkinkan perusahaan untuk memverifikasi informasi seperti latar belakang pendidikan, riwayat pekerjaan, kinerja dan reputasi sebelumnya, serta memvalidasi dokumen-dokumen yang disediakan oleh (calon) karyawan seperti ijazah, sertifikat professional, kartu identitas dan sebagainya. Pre-Employment Screening mampu mengungkapkan informasi penting tentang perilaku, reputasi dan integritas dari (calon) karyawan sehingga perusahaan atau pemberi kerja dapat menilai potensi risiko yang dibawa oleh kandidat seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, historis kebangkrutan, sejarah kriminal, masalah hukum baik pidana ataupun perdata, perilaku di sosial media dan sebagainya.

Jatuh dan bangunnya perusahaan memang tidak terlepas dari peran dan kontribusi dari karyawan. Proses perekrutan yang baik akan menjaring karyawan yang baik pula. Lingkungan kerja yang baik, positif dan memiliki ketaatan terhadap peraturan (regulatory compliance) pun turut berkontribusi terhadap kinerja karyawan sehingga mampu karyawan mampu berkontribusi secara efektif dan efisien. Jadi, ketika memang karyawan merupakan intangible asset perusahaan, akan lebih baik jika kita tahu siapa sesungguhnya karyawan yang bekerja dengan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective