Mengungkap Pembohong Di Lingkungan Perusahaan

eye21 22 January 2021 0 Comments

Mengungkap pembohong di lingkungan perusahaan menjadi semakin penting, karena setiap perusahaan pasti tidak ingin memiliki karyawan yang suka berbohong. Setiap perusahaan pasti khawatir akan penipuan, peretasan komputer, dan karyawan unggulan membawa rahasia perusahaan ke pekerjaan barunya dan banyak hal lainnya.

Beberapa karyawan pasti pernah melakukan kebohongan kecil untuk menghindari konsekuensi yang tidak menyenangkan. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menjawab “saya baik-baik saja” ketika ditanya “apakabar?” untuk menghindari pembicaraan yang tidak menyenangkan tentang hari yang buruk yang mereka alami.

Faktanya bahwa orang hanya bisa menentukan secara akurat apakah seseorang berbohong atau tidak sebesar 54% dalam satu waktu. Karena setiap orang berbohong dengan cara yang berbeda. Seseorang dapat memprediksinya dengan melihat perilaku tertentu. Kebanyakan orang percaya pembohong menghindari pandangan mata atau mengubah pandangan dengan cepat ke kiri atau kanan ketika mereka tidak jujur, tapi tidak ada bukti hal itu benar.

Para pembohong sering tidak punya masalah untuk melihat mata lawan bicaranya, karena mereka tahu jika mereka melihat ke arah lain, orang-orang akan kurang mempercayai mereka. Jadi orang sebaiknya memberi perhatian pada ekspresi wajah karena perasaan tidak bisa dibohongi. Ketika orang mengarang sesuatu, mereka sering mencoba untuk meniru emosi, tapi otot di wajah kita tidak akan bereaksi kecuali emosi tersebut nyata.

Senyuman sebagai contohnya, senyuman akan mengaktifkan otot yang menciptakan kerutan di sekitar mata. Dengan senyuman palsu, kita akan menggerakkan mulut ke atas, tetapi otot mata tidak akan bergerak. Tidak mudah untuk dilihat, tetapi juga tidak mustahil. Senyuman palsu akan terlihat tidak sempurna dan tidak jujur.

Berbohong juga membutuhkan usaha mental yang besar. Dibutuhkan cerita yang masuk akal tanpa memberikan terlalu banyak rincian, tetapi juga tidak melupakan terlalu banyak. Pembohong cenderung memberikan lebih sedikit informasi ketimbang seorang yang jujur dan mereka sering ragu atau berhenti terutama jika belum melatih kebohongannya lebih dulu, dia menjelaskan.

Kita juga bisa mengetahui seseorang berbohong dengan melihat reaksi mereka terhadap pertanyaan. Pertama, petunjuk nonverbal sangat penting. Orang yang membuat gerak tubuh berlebihan, seperti meletakkan tangan di muka atau berdehem cenderung berbohong.

Tanda lain yaitu ketika seseorang menghindar untuk menjawab pertanyaan. Membuat pernyataan yang membujuk -mengatakan hal-hal yang meyakinkan untuk memberi kesan semuanya baik-baik saja -juga merupakan sebuah pertanda. Bersikap agresif atau menyerang seseorang juga merupakan indikasi kebohongan. Kemudian ada manipulasi, ketika orang berusaha mengendalikan situasi dengan cara mengulang pertanyaan dan memberikan pernyataan yang tidak menjawab, seperti “itu pertanyaan yang bagus”.

Kita memang butuh melihat setidaknya dua dari perilaku tersebut sebelum bisa menyimpulkan seseorang tidak bisa dipercaya. Ketika melihat seseorang merespon dengan lebih dari satu perilaku seperti di atas, maka bisa dipastikan orang tersebut tidak berkata jujur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective