-: Nov 17, 2020 / eye21

Melatih Cara Berpikir Seperti Detektif

0

Melatih Cara Berpikir Seperti Detektif

Jika kamu adalah seorang penggemar film detektif, pastilah mengenal Sherlock Holmes. Kamu bisa melatih cara berpikir seperti detektif dengan melihat kembali cerita Sherlock Holmes. Dia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan orang biasa diantaranya ketajaman deduksi, kemampuan menyamar, dan keterampilan forensik saat menyelidiki kasus. Jika melihat kisah petualangan detektif, dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuannya tidak datang begitu saja atau sebuah bakat istimewa yang muncul tiba-tiba, akan tetapi sesuatu hal yang telah dilatih sejak muda.

Holmes pertama kali memecahkan kasus masih duduk di bangku kuliah. Kisah ini bisa kita lihat kembali dalam cerpen The Adventure of the Gloria Scott yang terbit pada tahun 1893. Dalam cerpen itu dikisahkan Holmes mulai menunjukkan kemampuan deduksinya kepada kawannya Victor Trevor. Menurut pengakuannya, kasus tersebut jadi titik awalnya menggeluti profesi yang hanya satu-satunya di dunia. Sejak itulah ia mulai menangani kasus-kasus kecil dan membangun jaringan. Dalam cerita lain yang berjudul Musgrave Ritual (1893), Holmes menceritakan kepada John Watson bagaimana ia jatuh bangun belajar dan membangun reputasi sebagai detektif konsultan.

Penalaran deduktif Holmes, bisa efektif karena didukung oleh basis pengetahuan yang kuat dan terus dilatih. Bahkan, Holmes menyusun basis pengetahuannya dengan sangat ketat. Ia menyeleksi bahan-bahan yang dianggapnya berguna. Dari pada memiliki pengetahuan yang luas, Holmes lebih suka untuk memiliki pengetahuan yang dalam.

Holmes mengibaratkan otak manusia bak loteng kecil. Orang semestinya menaruh perabot yang benar-benar berguna di sana, bukan menjadikannya bak gudang tempat menumpuk aneka barang. Hanya pengetahuan-pengetahuan yang relevan untuk membantunya memecahkan kasus kriminal saja yang ia anggap penting dan layak diingat.

Pikiran itu disempurnakan Holmes dengan ketekunannya mengarsip kasus dan riset. Holmes memiliki kebiasaan mengarsipkan kasus yang pernah ia tangani dan mengkliping kasus-kasus kriminal di masa lalu. Arsip inilah yang membuatnya cepat mengetahui latar belakang suatu kejahatan. Baginya tak ada kejahatan yang benar-benar baru, karena semua sudah pernah dilakukan.

Perpaduan antara pengetahuan dan pengalaman Holmes menjadi cikal bakal kehebatan Holmes. Ia jadi lebih cepat menangkap informasi dan observasinya jadi lebih tajam. Metode Holmes juga universal, bisa diterapkan dan efektif bagi profesi seperti dokter, pemasar, analis, wartawan. Dengan pengalaman terkait investigasi yang berulang, akanĀ  menjadi punya banyak strategi pengolahan data dan tahu penggunaan setiap strateginya. Penyelidikannya juga jadi lebih efisien sehingga Holmes dapat menangani beberapa kasus secara bersamaan.

Namun, orang-orang dengan cognition expertise seperti Holmes juga punya kelemahan. Secara teori, semakin efisien dan cepat kerjanya, semakin besar kemungkinan untuk cepat puas dan terjebak bias. Analoginya seperti orang yang kebiasaan memukul. Kalau kita biasa pakai palu untuk memukul, kita akan selalu pakai palu untuk memukul karena terbiasa dan jarang sekali akan menggunakan alat lain untuk memukul.

Karena itulah, memiliki sikap rendah hati akan menjadi sangat penting. Terlalu percaya diri atau bahkan kejumawaan sering mengarah pada kecerobohan, penilaian gegabah, dan kesalahan umum. Itulah yang perlu kita ketahui tentang cara berpikir seperti detektif Holmes.

Sending
User Review
0 (0 votes)
Posted in: Blog
Post Your

Call Now ButtonCall Detective