Lakukan Screening Karyawan Perusahaan Untuk Meminimalisir Tindak Kejahatan

eye21 26 November 2020 0 Comments

Lakukan Screening Karyawan Perusahaan Untuk Meminimalisir Tindak Kejahatan

Mungkin kita sering dengar kalau kejahatan tidak hanya terjadi karena niat pelakunya, namun juga karena ada kesempatan. Oleh karena itu, ketika akan merekrut karyawan sebaiknya sebuah perudahaan tidak hanya melihat dari prestasi pekerjaannya saja atau pengalaman kerjanya, namun tanyakan juga kenapa ia berhenti dari perusahaan lamanya. Apakah calon karyawan tersebut diberhentikan karena melanggar aturan perusahaan atau karena keinginannya sendiri. Dari situ, anda akan sedikit mengetahui background dari calon karyawan. Namun tidak semudah itu melakukan screening karyawan perusahaan, karena tidak menutup kemungkinan dia bisa saja berbohong untuk menutupi tindak kejahatannya di masa lalu. Seseorang yang pernah melakukan kejahatan di tempat kerjanya dahulu, bisa jadi akan mengulanginya kembali.

Tindak kejahatan yang dilakukan seorang karyawan perusahaan bisa beragam. Misalnya saja menggelapkan uang perusahaan, menyalahgunakan aset atau membuat kondisi tidak nyaman buat karyawan lainnya. Agar perusahaan anda tidak merugi, alangkah baiknya untuk mencegah hal itu terjadi dengan cara screening karyawan perusahaan terlebih dahulu.

Tidak hanya seputar masalah kriminal, seseorang yang memiliki reputasi yang buruk juga bisa terjadi pada pekerjaannya. Orang yang kurang cekatan dalam bekerja maupun ceroboh sapat memberikan kerugian pada perusahaan nantinya. Tidak hanya dari segi finansial, tapi juga reputasi perusahaan bisa terancam jika salah memilih karyawan. Jika perusahaan anda berskala besar, tentunya akan menjaga reputasi bahkan akan dijunjung tinggi. Kerugian-kerugian semacam ini yang diakibatkan oleh karyawan bisa diminimalisir sedini mungkin dengan proses screening karyawan perusahaan.

Biasanya banyak perusahaan melihat riwayat karyawan dari CV yang dikirimkan pada saat melamar kerja. Namun, hal ini saja tidaklah cukup. Pada CV hanya terdapat hal umum seperti biodata, riwayat pendidikan dan pengalaman kerja, tetapi tidak menampilkan reputasi buruk atau hal-hal lainnya. Ini akan membuat anda tidak bisa melihat bagaimana kepribadian asli calon karyawan tersebut. Untuk itu diperlukan memverifikasi data secara akurat.

Proses verifikasi yang dilakukan bisa dilakukan dengan dua cara, yakni bertemu secara langsung maupun berbicara melalui telepon. Selain itu, anda juga bisa menggunakan media sosial untuk melihat kesehariannya. Tak sedikit orang yang membagikan aktivitasnya melalui media sosial. Jika anda beruntung, anda bisa melihat apa saja yang di-post olehnya, apa yang disukai, serta apa yang dibagikannya. Dengan begitu, setidaknya bisa mendapat gambaran seperti apa calon karyawan Anda.

Sreening calon karyawan tak hanya dilakukan ketika merekrut pegawai baru, namun hal ini juga tak boleh ketinggalan saat perusahaan akan mempromosikan karyawan untuk naik jabatan. Anda harus memastikan bahwa karyawan tersebut tidak memilki reputasi yang buruk terkait pekerjaan yang akan digelutinya, sehingga berisiko menyebabkan kerugian. Hal ini diperlukan untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah karyawan tersebut dilantik. Karena tak menutup kemungkinan perpindahan jabatan dapat memicu seseorang untuk melakukan hal-hal yang selama ini belum pernah diperlihatkan olehnya.

Melakukan screening calon karyawan bukanlah hal yang mudah, apa lagi jika karyawan dengan skill yang diminta perusahaan jumlahnya banyak sekali sehingga anda harus melakukan screening satu per satu. Tapi hal ini sangat diperlukan oleh perusahaan, agar mendapatkan karyawan yang berkualitas karena karyawan adalah asset perusahaan. Jika anda kerepotan dalam screening karyawan perusahaan namun menginginkan hasil yang akurat, anda bisa menghubungi jasa detektif swasta yang telah berpengalaman melakukan screening karyawan hingga mendapatkan data-data yang lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective