Cerita Dibalik Sosok Sherlock Holmes Di Dunia Nyata

eye21 9 December 2020 0 Comments

Sherlock Holmes merupakan cerita detektif yang sangat terkenal dan legendaris, hingga diangkat dalam berbagai judul film. Banyak yang tidak tahu, siapa dibalik sosok Sherlock Holmes di dunia nyata. Apakah cerita detektif tersebut diangkat dari kisah nyata atau hanya fiksi. Nah untuk lebih jelasnya, baca cerita dibalik lahirnya sosok Sherlock Holmes.

Karakter Sherlock Holmes yang melegenda itu pertama kali muncul karena ada seseorang yang berpengaruh dalam kehidupan sang penulis, yaitu Sir Arthur Conan Doyle. Sosok tersebut bernama Dr. Joseph Bell.

Penulis pertama kali bertemu Dr. Joseph Bell pada tahun 1877 di Universitas Edinburgh. Waktu itu, Dr. Joseph Bell merupakan profesor yang mengampu Conan Doyle di universitas tersebut. Dr. Joseph Bell berusia 39 tahun saat Conan Doyle pertama kali mengikuti kelasnya.

Conan Doyle mengenang Dr. Joseph Bell, sebagai sosok yang energetik dan selalu bersemangat dalam setiap tindakannya. Dr. Joseph Bell memiliki ciri fisik seperti mata yang berbinar-binar, hidung mancung dan dagunya tajam. Ciri fisik inilah yang begitu mempengaruhi perawakan Sherlock Holmes pada cerita detektif.

Beberapa profesi Dr. Joseph Bell selain sebagai seorang dokter yang cemerlang, dia juga menulis beberapa sajak, seorang olahragawan yang baik dan pengamat dunia burung. Jelang tahun ketiga kuliah, Conan Doyle ditunjuk sebagai asisten Dr. Joseph Bell. Conan Doyle banyak memanfaatkan waktunya menyimak kemampuan luar biasa Dr. Joseph Bell yang begitu cepat menyimpulkan diagnosa penyakit pasien.

Dalam sebuah pernyataan, Conan Doyle mengenang ucapan beliau, yaitu “Semua guru harus berhati-hati dan sanggup menunjukkan pada siswanya bagaimana mengenali sebuah kasus kesehatan secara akurat.”

“Diagnosa yang akurat berasal dari pengamatan yang terlatih, dan seorang dokter yang baik dapat mengenali siapa dan dari mana pasiennya berasal,” kenang Conan Doyle soal Dr. Joseph Bell.

Dr. Joseph Bell selalu mengamati gerak-gerik setiap orang. Ia berusaha sebisa mungkin mengenali latar belakang pasiennya secara detil. Hal ini menurut Conan Doyle, membantu dosennya mengetahui kondisi sosial dan geografi si pasien.
Dari aksen si pasien, dia dapat mengenali dari mana si pasien berasal. Melalui kapalan pada tangan, dia dapat mengetahui pekerjaan mereka. Persona dan kemampuan analisa Dr. Joseph Bell kemudian mengilhami Conan Doyle membuat karakter Sherlock Holmes. Sementara satu demi satu data yang mengilhami Sherlock Homes ia susun, Conan Doyle lantas menciptakan karakter lain, Dr. Watson yang tak lain adalah dirinya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective