Berpikir Seperti Detektif Membuat Kamu Lebih Pintar

eye21 2 December 2020 0 Comments

Berpikir seperti detektif adalah bagaimana kita terobsesi untuk menyelesaikan suatu misteri. Memecahkan suatu masalah tidak hanya membutuhkan suatu metode, namun akan ada banyak metode yang diuji untuk membuktikan kebenaran. Detektif adalah orang yang sering digambarkan sebagai sosok yang cerdas, berbakat dan genius. Mereka memiliki kemampuan melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain. Tapi sebenarnya ada metode khusus untuk dapat memiliki kemampuan seperti seorang detektif swasta.

Biasanya seorang detektif mencari hubungan antar fakta yang ditemukannya dalam memecahkan sebuah kasus. Namun demikian kamu juga bisa untuk memiliki kemampuan seperti seorang detektif yang cerdas untuk berpikir seperti itu. Kamu sendiri dapat melatih kemampuan ini untuk menemukan hubungan antara sejumlah fakta. Berikut ini cara berpikir seperti detektif yang bisa kamu lakukan.

1. Melakukan Deduksi

Sherlock Holmes merupakan detektif paling terkenal yang pernah ada. Perhatian penuh adalah kunci dia untuk mengarahkan dan memfokuskan pada apa pun yang penting baginya. Seperti yang dikatakan oleh Maria Konnikova dalam bukunya yang berjudul Mastermind: Cara Berpikir Seperti Sherlock Holmes, detektif Inggris itu selalu mengamati, bukan sekadar melihat.

Sherlock Holmes mengamati fakta tanpa menghakimi. Detektif itu berfokus untuk menemukan hubungan antara sejumlah fakta dan memahami semua yang dilihatnya. Dia menerapkan prinsip penalaran deduktif atau deductive reasoning. Dia akan menuliskan beberapa hipotesis tentang apa yang dia yakini terjadi. Kemudian akan mencari lebih banyak bukti untuk memvalidasi pernyataan awalnya secara logis. Detektif itu mendekonstruksi apa yang terjadi, sepotong demi sepotong.

2. Semua Cerita Adalah Benar Sampai Terbukti Salah

Tidak seperti Sherlock Holmes, detektif Hercule Poirot asal Belgia ini memakai otak kiri dan kanan untuk memecahkan kasusnya. Moralitasnya juga memainkan peran penting dalam cara dia mengungkap sebuah kebenaran. Dia mendorong semua orang untuk menceritakan kisah mereka. Sebagian besar diantaranya berisi kontradiksi, yang lainnya merupakan fantasi. Detektif ini sangat sabar, dia tekun mendengarkan banyak kisah orang lain tentang apa yang terjadi dan mengapa.

Jangan menerima sesuatu apa adanya adalah ciri khas dia untuk tidak begitu saja menerima vonis dari orang lain. Dia juga tidak mengambil kesimpulan dengan cepat, setiap bagian harus mendapatkan tempat yang semestinya

3. Pantang Pernah Menyerah

Ketika orang lain pergi istirahat, seorang detektif pasti akan terus menggali kebenaran. Dia mengamati semua hal yang telah dilakukannya seperti disaat mensurvei TKP, seorang detektif akan memperhatikan setiap detail. Pikirannya tidak pernah berhenti dengan hipotesis baru, ketika menginterogasi tersangka secara berulang-ulang.

Asumsi adalah musuh bagi seorang detektif agar jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Seorang detektif juga tidak pernah menyerah. Mungkin dia gagal dalam banyak aspek kehidupan, tapi akan terus bangkit lagi dan berusaha melakukan yang lebih baik.

Nah itulah cara berpikir seperti detektif yang bisa kamu lakukan. Setiap pemecahan suatu masalah perlu menggunakan pola pikir yang berbeda. Tidak semua detektif memiliki pikiran yang sama. Untuk dapat menyelesaikan suatu masalah tidak bisa  sendirian, namun bisa juga dibantu oleh sahabat karib kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective