7 Modus Karyawan Melakukan Penggelapan Dana Perusahaan

eye21 25 November 2020 0 Comments

7 Modus Karyawan Melakukan Penggelapan Dana Perusahaan

Jika dilihat dari kebutuhannya, karyawan merupakan sumber daya manusia yang dapat menjadi aset berharga bagi perusahaan. Maka dari itu, dalam memilih karyawan pada saat proses rekruitmen harus dilakukan secara ketat agar dapat diperoleh karyawan yang kompeten dalam bekerja dan memiliki kredibilitas tinggi.

Namun pada kenyataannya, tidak sedikit perusahaan yang kecolongan dalam mengevaluasi dan meningkatkan kredibilitas karyawannya, sehingga dengan mudah karyawan melakukan penggelapan dana perusahaan. Kecurangan yang diakibatkan oleh ulah karyawan ini tidak hanya terjadi di perusahaan atau instansi swasta saja, akan tetapi juga pemerintah.

Ada banyak modus yang menjadi sebab dari penggelapan dana oleh karyawan seperti ini. Biasanya hal itu terjadi karena pelaku mendapatkan kesempatan dan celah yang bisa dimanfaatkan, sehingga mudah tergiur untuk melakukan penggelapan. Jika ini terjadi pada perusahaan besar dan penggelapan berlangsung cukup lama, tak heran jika jumlah uang yang digelapkan menjadi cukup fantastis mulai dari kisaran ratusan juta hingga miliaran.

Nah untuk mengetahui apa saja modus karyawan melakukan penggelapan dana perusahaan, berikut ulasannya :

1. Menggunakan Dana Pelanggan

Modus yang sering ditemui dilapangan adalah karyawan menggunakan dana pelanggan untuk keperluan pribadi. Dana yang berhasil dikumpulkan dari pelanggan untuk pembayaran atau pembelian produk tertentu tidak disetorkan kepada perusahaan, akan  tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi. Dana itu biasanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau hanya sekadar berfoya-foya.

2. Memalsukan Kuitansi

Mungkin pada awalnya karyawan melakukan penggelapan dana didasarkan atas kebutuhan pribadi yang mendesak. Karena tidak ada yang tahu atau ada celah yang bisa dimanfaatkan, maka tanpa berpikir panjang karyawan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang. Mungkin pada awalnya dia melakukan itu baru satu kali, karena hal yang diperbuat berjalan lancar tanpa ada seorang pun yang tahu maka hal tersebut berubah menjadi kebiasaan. Memalsukan kuitansi menjadi salah satu modus yang sering dilakukan, karena karyawan yang bersangkutan dapat bermain dengan menggunakan kuitansi palsu.

3. Mengaku Menjadi Korban Kejahatan

Selalu saja ada modus yang dilakukan untuk melancarkan aksi penggelapan dana perusahaan oleh karyawan. Penggelapan dana perusahaan tidak hanya dilakukan tanpa melibatkan orang lain, tetapi bisa juga memanfaatkan ranah hukum sebagai korban aksi kejahatan. Sebagai contoh, seorang karyawan yang membawa dana perusahaan mengaku telah dijambret atau dibegal saat sedang perjalanan dinas. Lantas karyawan tersebut membuat laporan fiktif kepada pihak kepolisian, bahwa dirinya sudah menjadi korban tindak kejahatan. Jika laporan fiktif itu dapat lolos, maka bukan tidak mungkin karyawan tersebut akan dapat menikmati hasil penggelapan dana perusahaan tanpa harus dicurigai.

4. Membuat Invoice Fiktif

Tindakan penggelapan dana tidak mengenal jenis kelamin, siapapun bisa saja menjadi pelakunya. Uang adalah sumber dari masalah penggelapan, apalagi jika karyawan yang bersangkutan memiliki posisi jabatan dibidang pengelolaan keuangan perusahaan. Bisa saja dia melakukan tindak kejahatan dengan membuat invoice fiktif yang dikirimkan kepada perusahaan rekanan. Namun biasanya ini tidak akan bisa berlangsung lama, karena perusahaan rekanan pastinya akan menagih barang atau jasa yang sudah dibayarkannya.

5. Rekayasa Laporan Penjualan

Divisi yang terkait dengan keuangan perusahaan biasanya akan sangat rentan dengan penggelapan dana. Apalagi jika perusahaan memiliki cabang dimana-mana, yang tidak bisa mengontrol semua hal yang dilakukan cabangnya setiap hari. Perusahaan pusat hanya akan mendapatkan data-data laporan cabang. Nah hal semacam ini biasanya akan dimanfaatkan oleh karyawan nakal untuk melakukan tindak kejahatan penggelapan dana. Penggelapan biasanya akan berupa laporan penjualan yang direkayasa. Barang yang sudah terjual akan dipalsukan oleh karyawan yang bersangkutan sebagai belum terjual dan dana hasil penjualan akan digunakan untuk kebutuhan pribadinya.

6. Rekayasa Harga

Apapun yang menyangkut keuangan perusahaan, jika tidak terpantau dengan benar akan menjadi ladang bagi karyawan nakal untuk melakukan penggelapan dana. Salah satunya yaitu dengan merekayasa harga jual sebuah produk atau jasa perusahaan. Bisa saja harga dari perusahaan akan diubah oleh karyawan dan ditawarkan harga baru kepada pembeli atau konsumen. Selisih harga hasil penjualan akan masuk ke kantong karyawan, tanpa sepengetahuan perusahaan. Namun jika konsumen itu melakukan kroscek kepada perusahaan, pasti akan terungkap tindak kejahatan yang dilakukan oleh karyawan tersebut. Tentu ini akan menjadi kejahatan karyawan yang sangat fatal, karena tidak saja merugikan perusahaan namun juga merugikan konsumen. Kegagalan menjaga kepercayaan konsumen sama artinya dengan kegagalan menjaga integritas perusahaan.

7. Menjual Voucher atau Tiket

Kasus penggelapan uang oleh karyawan bisa saja terjadi dengan menjual voucher atau tiket. Sebuah perusahaan yang mengeluarkan voucher gratis untuk pelanggan loyal, dapat dimanfaatkan oleh karyawan bersangkutan untuk dijual kepada orang lain. Maka perlu diwaspadai jika perusahaan anda sedang mengadakan program bagi-bagi voucher gratis. Pastikan yang melakukan penyebaran voucher adalah karyawan yang dapat dipercaya.

Nah itulah 7 modus karyawan melakukan penggelapan dana perusahaan yang sering terjadi dilingkungan usaha kita. Oleh karena itu, jika anda sebagai pemilik perusahaan alangkah baiknya untuk melakukan audit menyeluruh setiap periode tertentu. Atau jika ada hal yang dinilai mencurigakan, ada karyawan yang dicurigai telah melakukan penggelapan dana perusahaan, anda dapat menghubungi kami sebagai jasa detektif swasta untuk melakukan investigasi terhadap karyawan yang bersangkutan. Tidak hanya di jakarta saja namun agen kami juga siap untuk melakukan investigasi di daerah.

Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Pepatah ini memang cukup pas untuk menggambarkan sepak terjang para pelaku penggelapan dana perusahaan. Suatu saat pastinya akan terbongkar juga dan para pelaku harus berurusan dengan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective