3 Alasan Anak Pergi Dari Rumah

eye21 30 November 2020 0 Comments

Anak Pergi Dari Rumah

Kita pasti pernah dengar, ada anak remaja yang kabur atau minggat dari rumah. Alasannya juga cukup beragam diantaranya adalah ungkapa rasa ketidaksetujuan terhadap seseorang yang baru dalam hidupnya. Semisal teman laki-laki dari ibu, pacar, saudara, ayah atau orang dewasa lainnya. Tindakan ini biasanya terjadi pada remaja usia 13-15 tahun dimana biasanya terjadi konflik antara remaja dan orang tua yang meningkat tajam.

Biasanya ini terjadi bersamaan dengan perubahan fisik dari anak dan kemampuan daya pikir yang berkembang. Sehingga anak mencoba untuk mencari dan menemukan cara pandang baru. Sumber konflik bermacam-macam, misalnya soal anak mulai senang main dan jarang di rumah, anak remaja mulai senang dengan lawan jenis, perbedaan pandangan soal belajar, soal penggunaan handphone, dan sebagainya.

Lantas apa saja hal yang membuat anak nekat kabur atau minggat dari rumah? Berikut ini beberapa faktor yang sering mengakibatkan anak pergi dari rumah.

1. Tidak Nyaman Dengan Suasana Rumah

Secara umum, remaja kabur dari rumah akibat ketidaknyamanan mereka berada di rumah. Banyak yang berani pergi dari rumah karena penyiksaan orang tua atau orang dewasa lainnya. Ada pula orang tua pecandu obat atau alkoholik. Pada beberapa kasus, bisa jadi karena orang tua tidak mampu menafkahi dengan baik. Orang tua yang cepat marah maupun orang tua yang gagal memberikan perhatian pada remaja juga menjadi penyebab kaburnya remaja dari rumah.

2. Merasa Lelah Dengan kebohongan

Remaja yang kabur dari rumah bukan hanya dari kalangan sosial ekonomi lemah. Pada kalangan sosial ekonomi menengah, biasanya remaja memutuskan untuk kabur dari rumah ketika sudah lelah dengan orang tua yang bermuka dua, orang-orang yang mengaturnya, sedangkan mereka hidup dengan bebas dan idealisme-idealisme yang salah.

3. Kebiasaan Diluar Rumah

Kabur dari rumah sering kali merupakan proses yang bertingkat. Mulanya remaja jarang di rumah dan lebih banyak di jalan atau dengan teman. Orang tua biasanya mengingatkan tapi mereka tidak mengerti kenapa harus di rumah dan mengapa orang tua harus peduli mereka.

Selain dari ketiga itu, ada juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepribadian anak sehingga nekat memutuskan untuk pergi dari rumah seperti yang ditulis oleh Dr. Musthofa Abu Sa’id, Konsultan Kepribadian dan Pendidikan dari Kuwait dalam bukunya “Mendidik Remaja Nakal”.

1. Dalam berkomunikasi dengan anak, orang tua tidak menggunakan cara positif dan efektif

2. Orang tua tidak memahami perkembangan dan perubahan yang terjadi pada anak

3. Anak merasa tertekan sejak masa kanak-kanak hingga remaja

4. Kesalahan orang tua dalam menyikapi penolakan anak atas sesuatu hal. Akibatnya anak mencari pelampiasan dengan memberi respons negatif. Akhirnya berakhirnya hubungan antara remaja dan orang tua.

5. Remaja memiliki perasaan bahwa kehidupan bersama orang tuanya tidak sesuai dengan keyakinan, namun ia takut dan tidak percaya diri menyampaikan hal itu pada orang tuanya

6. Orang tua memberi kritik yang tidak tepat tentang dirinya, bukan tentang perbuatannya. Atas hal-hal yang terjadi itu, remaja yang dalam masa ketidakstabilan mencoba mencari lingkungan baru yang bisa memahami kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang yang bisa memahami keyakinan atau menerima dirinya.

Nah itulah beberapa hal yang menyebabkan anak pergi dari rumah. Jika anak Anda saat ini mengalami hal demikian dan tidak kunjung pulang, segera gunakan jasa detektif swasta untuk melacak keberadaan anak. Anda juga bisa menggunakan jasa kami untuk mengetahui pergaulan anak diluar sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall Detective